Hari ini hari pertama sebagian besar lembaga, instansi, sekolah, dan usaha lainnya memulai aktivitas kembali. Semua menggeliat kembali ke aktivitas semula setelah berlama libur. Masih hangat di ingatan tentang perjalanan sebuah masa yang terus bergulir. Momen kasat mata yang telah dilalui bersama sebagai pergantian tahun masehi baru saja berlalu. Evaluasi dijadikan agenda penting dalam menyambut dan meniti hari baru.
Namun evaluasi pun ini tak cukup. Apalah ari sebuah evaluasi bila tidak diikuti dengan rencana tindak lanjut sebagai bentuk konkrit dari hasil evaluasi. Hal ini hanya akan menjadi bahan renungan semata tanpa aksi yang nyata. Ia hanya akan menjadi lembaran yang hanya berisi tanda centang dan cakra saja, setelah lepas, perbaikan bisa jadi hanya sekenanya saja. Aksi inilah yang akan menjadikan sebuah nilai evaluasi bermakna sangat dalam dan tinggi.
Kita butuh resolusi, ya sebuah resolusi. Rancangan rencana yang harus dibuat targetan agar hidup kita kita lebih baik dan lebih bermakna. Resolusi dicanangkan sebagai sebuah wujud dari tindak lanjut evaluasi. Ini perlu dan bahkan sangat perlu karena Allah pun mengisyaratkan hal ini dalam firmanNYA:
يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله ولتنظر نفش ما قدمت لغد الله خبير بما تعملون
"Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan lihatlah dirimu (apa yang kan kau kerjakan) untuk hari esok. Dan Allah Maha Memberi Kabar dengan apa yang kalian kerjakan".
Pesan dari ayat di atas diambil dengan menafikan terlebih dahulu pesan-pesan yang dikaitkan dengan kaidah kebahasaan. Ayat di atas memberikan sinyal kepada kaum muslimin untuk melihat ke depan. Memiliki visi, misi, dan program yang jelas dalam menjalani hidup dan kehidupan. Dalam hal ini setiap diri harus memunyai targetan tertentu dalam mengisi dan menjalani amanah hidup yang diberikan Allah Swt. Inilah salah satu yang dinamakan resolusi. Memunyai perencanaan yang tersusun, memiliki target yang jelas, dan menentukan pencapaian yang akan diraih.
Bentuk resolusi bisa dibuat oleh siapa saja. Pilih salah satu bagian yang telah dievaluasi, lalu ambil tindakan perbaikan, buatlah ia menjadi bagian dari sebuah resolusi. Buatlah resolusi yang mudah terlebih dahulu dengan capaian sederhana namun akan menghasilkan tujuan akhir yang optimal serta maksimal. Contoh sederhana seperti mengkhatamkan al-Quran dua bulan sekali atau bahkan satu bulan sekali. Tulis dalam lembar resolusi, susun rencana harian yang harus dilakukan, tentukan batas waktu sebagai target pencapaian. Jika terlaksana beri tanda centang jika tidak beri tanda cakra.
Mudah ya, membuat resolusi, siapa bilang susah? Ada yang bilang mudah merencakan tapi susah melaksanakan. Eit...susah bukan berarti mustahil khan...? Susah bukan tidak bisa diusahakan ya...?! Nah...kembali buat targetan itu. Setelah batas waktu pencapaian tertentu, tinggal lihat apakah yang paling banyak tanda centang atau tanda cakra..? Hal ini akan membantu kita menggenjot diri, memacu jiwa untuk melakukan lebih...lebih...dan lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Dalam bingkai membentuk pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Dan...yang tak kalah penting dari sebuah resolusi adalah sebuah sanksi. Sanksi ini yang akan jadi bahan pengendali dari setiap perencanaan program yang kita buat.
Tak akan berpanjang lebar. Kita akan bahas tentang sanksi lain waktu. Waktunya sekarang adalah apa resolusimu di 2018 ini...?!
Jadilah akar! Bekerja dalam senyap. Menopang kuat pohon berbatang. Memberi semua yang ada di atas tanah. Berbagi manfaat dengan sekitar. Tak berat hati walau tertanam.
Jumat, 05 Januari 2018
Kamis, 04 Januari 2018
Moment Evaluasi
Mengawali hari biasakan lisan menyebut namaNYA dalam dzikir pagi, semoga Allah senantiasa melindungi setiap detak jantung dan helaan nafas kita, aamiiin...
Tahun baru masehi memang bukan hari raya/peringatan kaum muslim. Tapi ia bisa dijadikan momen penanda waktu, pengingat masa bahwa hidup ini terus berjalan. Sejalan waktu berlalu tentu banyak sekali kenangan yang telah dilewati. Baik yang memiliki kualitas baik atau negatif. Dari kenangan inilah kemudian muncul muhasabah, evaluasi dengan apa yang telah dilakukan, dengan apa yang sudah dibuat. Mengevaluasi yang telah lalu merupakan perintah Allah dalam firmanNYA
حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا
"Hisablah diri kalian, sebelum kalian dihisab"
Kata hisab di sini bisa diberikan atau diterjemahkan dengan makna luas yaitu evaluasi. Mengingat yang telah lalu, menimbang baik buruknya, memutuskan tindakan yang harus dibuat guna memperbaiki apa yang telah berlalu. Itulah menghisab, menghitung masa lalu untuk timbangan masa depan, menghisab yang berlalu dalam ukuran perbaikan.
Apa yang dicapai sesuai target di masa lalu haruslah dipertahankan bahkan harus ditambah. Dan hal yang belum memenuhi target selayaknya dipenuhi dengan berbagai perbaikan. Perbaikan inilah yang perlu dioptimalkan semaksimal mungkin agar capaian target sesuai harapan.
Kalender baru berarti membuka lembar sejarah kehidupan yang baru. Isi lembaran ini dengan sepenuh yakin bahwa kita mampu mengisi masa yang diamanatkan Allah dengan sebaik mungkin. Jangan lupa, sertakan Allah terus menerus dalam setiap gapaian yang ingin diraih, karena kehendak dan ridhaNYA kita manusia pasti tak akan bisa berbuat apa-apa. Hanya kepada Allah Sang Pembuat Masa kita kembali. Tak ada hal yang merugi bagi umat yang mengisi masa dengan beramal shalih dan saling menasihati dalam kebenaran dan kebaikan. Semoga tulisan ini merupakan pengamalan terjemahan surat Al-'Ashr di atas.
Rabu, 13 Desember 2017
Menulis adalah Jiwa
Mendengar kata
menulis bagi sebagian orang bisa jadi merupakan hal yang paling menyulitkan.
Pendapat tersebut memang tidak ada yang salah, karena dalam menulis memang
butuh keterampilan dan pengetahuan yang menunjang. Keterampilan dan pengetahuan
tersebut minimal adalah tata bahasa. Namun hal tersebut tidak akan jadi hal
yang sangat berarti ketika mau belajar. Bukankah banyak pengalaman dan
pengetahuan yang bisa dipetik dari sebuah pembelajaran.
Menulislah,
selama masih bisa menghirup sejuknya hawa pagi, merasakan dingin dan segarnya
udara pegunungan, selama masih bernafas dan bisa bergerak. Menulis merupakan
alunan setiap jiwa yang hidup. Betapa banyak manusia dari berbagai jaman dan
generasi sejak Adam tercipta hingga kini, peradaban manusia terlahir dari
menulis. Menulis merupakan ruh hidup, sehingga anak bawah tiga tahun pun mampu
menulis, menurut bahasa dan pikiran mereka. Betapa tidak, begitu sering dilihat
dari rentang kehidupan semua orang pernah dan bisa menulis. Berarti menulis
merupakan hidup, kehidupan, dan ungkapan jiwa. Apapun yang ditorehkan tinta,
kalam, simbol, kata itu adalah menulis. Jadi, menulis adalah sebuah keniscayaan
karena kita hidup.
Lembaran-lembaran
kertas siswa taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi pasti tak luput dari
tulisan. Ada curahan hati yang berbentuk narasi bahkan berbentuk sajak,
kemarahan, kerinduan, bahkan makian dan celaan terlihat sering ditemukan dan
terbaca. Kegiatan menulis ternyata mampu menjadi media emosi, jembatan luapan
jiwa, dan ruang lintasan pikiran. Semua merupakan cakrawala hidup. Kehidupan
yang bisa ditorehkan kapanpun oleh simbol-simbol kebahasaan dalam sebuah
rangkai tulisan. Menulis adalah melestarikan hidup dan hidup berisi jiwa.
Jumat, 22 Juli 2016
Sketsa Hampa
Ini adalah
Bisikan abadi dalam diam yang tak menepi
Menyeruak kelam malam yang menutupi bumi
Saat
Penghuni kota terlelap dalam
Alam sekitar sunyi tenggelam
Rintihan ini
adalah aku yang tak punya guna
Mengenai aku
tak ada kata yang bisa tersusun indah
tak ada karya yang terwujud nyata
Aku
hanyalah jiwa kosong yang terpuruk
yang hanya bisa menggugat
kepada malam kelam
dengan langit dan bintang
Inginku
berlalu dalam diam
Dengan wujudku
entah ke mana
entah jadi apa
Senin, 11 Juli 2016
Nasib dan Peruntungan
Nasib
seseorang memang tidak bisa dikira dan disangka sebelumnya. Tidak dari nilai,
tidak dari lama belajarnya, dan tidak dari penampilan ketika menuntut ilmu.
Semua kembali pada nasib dan takdir baik.
Sebuah
percakapan sederhana di sebuah grup media sosial. Pasti mencengangkan dan
mengagetkan beberapa anggota grupnya.
“Jadi apa S…?”
“Dosen…”
Percakapan
pun akhirnya senyap….
Aku
penasaran juga, di mana ia bertugas sebenarnya. Gini hari gak bisa nemu
jawaban, naif banget…. Ketemu… di sebuah perguruan tinggi negeri di kota
terbesat di wilayah Indonesia timur.
Kaget,
pasti… betapa tidak… nilainya biasa-biasa saja, lulusnya pun telat, kemampuan
di bawah kami yang aktif ngobrol d grup. Tapi bisa jadi dosen….? Hmmm…. Lumayan
banget jadi dosen, seorang pengajar yang bertahta di perguruan tinggi dan
berstatus negeri pula. Yang termasuk lulusan terbaik n cumlaude d kelas kami
dan ikut reuni hari ini pun cukup menjadi kepala sekolah Islam swasta, padahal
bila melihat lembaran-lembaran harian di kampus, hampir seluruh pertanyaan
ujian mata kuliah ia lalap habis. Hatta seorang dosen perempuan pun pernah
sempat bingung dengan pertanyaannya. Rata-rata di grup kami memang profesinya
adalah guru sesuai dengan latar belakang pendidikan kami.
Kembali
ke teman S ini. Tak ada yang banyak memberi komentar ketika ia mohon bantuan
untuk bisa mutasi ke Jawa, sepertinya masih banyak yang tak percaya ia bisa
menjadi seorang dosen. Itulah nasib dan peruntungan kehidupan. Tak bisa
diperkirakan sebelumnya. Masih ingat ia bersusah payah memperbaiki nilai dengan
adik-adik kelasnya, atau malah mengontrak mata kuliah yang belum lulus.
Sekarang kemampuannya mungkin bisa jadi berada di atas rata-rata kami, yang
ketika kuliah mampu mendapatkan beasiswa.
Itulah
dan inilah hidup…. Kita pun tidak akan pernah tahu peruntungan kita di masa
yang akan datang. Yang penting saat ini adalah berlaku dengan sebaik sikap demi
apa yang kita hadapi dan kerjakan. Membuat targetan baru, mendisplinkan diri
dengan apa yang kita mau, berusaha terus tanpa pantang menyerah. Yakin, apa
yang kita angankan dan harapkan pasti tercapai. Orang lain dan diri kita pun
tak kan pernah tahu apa peruntungan kita esok hari, kelak.
Minggu, 12 Juni 2016
Ruangku dan Waktuku
Maaf bila sekarang ku terlalu
mencintai ruang waktuku
Ruangku teramat luas…
terbentang tanpa sudut dan batas
tanpa sekat geometri
vertikal menjulang
horizontal panjang
diagonal tak berbatas
Ia rela ku cumbu setiap masa
Sampai ku lelah dan terkapar
Tapi ku tersenyum lebar
karena yang ku tahu
saat ini milikku hanyalah satu
Waktuku terlalu lapang
Dari detik ke menit ke jam ke hari
ke pekan bulan dan tahun
Tak seorang pun bisa menjegalku
Aku raja dengan waktuku
Lorong yang tampak sempit pengap
berliku
Ku jelalah tanpa boleh ku mengeluh
Bernafsu terus mengikuti liuk
Sampai ku tak pernah tahu
Daya yang merasukiku
Maaf bila sekarang ku terlalu
mencintai ruang waktuku
Melempar mimpimu yang terpental
Meluruhkan egomu yang menggunung
Menggulung fitnah yang tersebar
Membungkus dusta yang terserak
Maaf bila sekarang ku terlalu
mencintai ruang waktuku
Demi asa yang telah kau cerabut
dengan paksa
Senin, 30 Mei 2016
Program Kerja Keputrian SMA MUDASPA
PROGRAM
KERJA
KEPUTRIAN
SMA MUHAMMADIYAH
dengan
PIMPINAN
CABANG NASYIATUL AISYIYAH SINGAPARNA

SMA MUHAMMADIYAH
SINGAPARNA
Jl. Muhammadiyah Cikedokan Singaparna Tasikmalaya
46411
Telp. 0265-545331
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Kegiatan
Perkembangan zaman dan budaya yang ada secara tak sengaja dan perlahan berpengaruh pada kondisi muslimah saat ini. Hal ini berdampak pada pola pikir yang tercermin dalam perilaku bahkan pada pilihan ideologi hidup. Kondisi yang sering ditemui saat ini adalah menganggap benar suatu yang salah. Isu-isu yang berkembang berkaitan dengan kewanitaan, seperti feminisme, dan lain-lain, muncul kepermukaan, yang justru hal tersebut banyak menjadikan seorang muslimah keluar dari fitrahnya. Hal ini memerlukan penyikapan yang serius dalam rangka mewujudkan kondisi 'ideal' bagi msulimah sendiri maupun bagi lingkungan muslimah di mana ia tinggal.
Hal tersebut di atas tidak luput dari perhatian Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) sebagai organisasi otonom yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan keputrian. Tugas apa pun yang diemban NA tetap mengedepankan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar seperti yang diamanatkan oleh Muhammadiyah. Tugas luhur ini dilakukan baik secara kolektif organisasional maupun secara individu oleh personil-personil NA.
Dalam mengemban tugas luhur tersebut, NA sebagai gerakan putri Islam mempunyai beberapa capaian untuk memuluskan tujuan tersebut. Capain program jangka panjang NA mempunyai tujuan untuk “… membentuk pribadi putri Islam yang berarti bagi agama, bangsa, dan negara menuju terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT” (Keputusan Musyawarah Nasional PP. Nasyiatul ‘Aisyiyah II, 1995, p. 13).
Salah satu cara untuk mewujudkan tujuan jangka panjang di atas maka NA membentuk program Dakwah Terpadu NA, berupa: Bina Remaja Putri. Bina Remaja Putri yaitu pembinaan yang khusus diberikan kepada para remaja putri Islam di semua lapisan masyarakat. Dakwah ini berupa bimbingan keagamaan, kesadaran hukum, partisipasi politik, dan keterampilan wanita dalam rangka pengembangan potensi dan sumber daya remaja putri Islam.
Sasaran pembinaan remaja putri yang paling mudah adalah membidik para siswa yang belajar di sekolah/madrasah Muhammadiyah. Keberadaan sekolah merupakan tempat strategis untuk melaksanakan amanat umat dan mewujudkan tujuan. Kerja sama yang baik dengan pimpinan AUM pendidikan akan membuka lebar keberhasilan program yang mulia ini. Melalui kegiatan keputrian yang melibatkan IPMAWATI SMA Muhammadiyah Singaparna, PCNA Singaparna berusaha mengembalikan fitrah muslimah secara utuh dengan menanamkan nilai-nilai keIslaman yang terpadu dalam berbagai macam bentuk kegiatan sehingga bisa mencapai tujuan yang diinginkan.
B. Landasan
1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
“Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”. (an-Nisa’: 9)
2. Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
“Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”
3. Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
"Siapa yang memiliki dua anak perempuan dan berbuat baik kepada keduanya, maka keduanya akan menjadi penghalangnya dari neraka."
Hal tersebut di atas tidak luput dari perhatian Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) sebagai organisasi otonom yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan keputrian. Tugas apa pun yang diemban NA tetap mengedepankan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar seperti yang diamanatkan oleh Muhammadiyah. Tugas luhur ini dilakukan baik secara kolektif organisasional maupun secara individu oleh personil-personil NA.
Dalam mengemban tugas luhur tersebut, NA sebagai gerakan putri Islam mempunyai beberapa capaian untuk memuluskan tujuan tersebut. Capain program jangka panjang NA mempunyai tujuan untuk “… membentuk pribadi putri Islam yang berarti bagi agama, bangsa, dan negara menuju terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT” (Keputusan Musyawarah Nasional PP. Nasyiatul ‘Aisyiyah II, 1995, p. 13).
Salah satu cara untuk mewujudkan tujuan jangka panjang di atas maka NA membentuk program Dakwah Terpadu NA, berupa: Bina Remaja Putri. Bina Remaja Putri yaitu pembinaan yang khusus diberikan kepada para remaja putri Islam di semua lapisan masyarakat. Dakwah ini berupa bimbingan keagamaan, kesadaran hukum, partisipasi politik, dan keterampilan wanita dalam rangka pengembangan potensi dan sumber daya remaja putri Islam.
Sasaran pembinaan remaja putri yang paling mudah adalah membidik para siswa yang belajar di sekolah/madrasah Muhammadiyah. Keberadaan sekolah merupakan tempat strategis untuk melaksanakan amanat umat dan mewujudkan tujuan. Kerja sama yang baik dengan pimpinan AUM pendidikan akan membuka lebar keberhasilan program yang mulia ini. Melalui kegiatan keputrian yang melibatkan IPMAWATI SMA Muhammadiyah Singaparna, PCNA Singaparna berusaha mengembalikan fitrah muslimah secara utuh dengan menanamkan nilai-nilai keIslaman yang terpadu dalam berbagai macam bentuk kegiatan sehingga bisa mencapai tujuan yang diinginkan.
B. Landasan
1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Artinya:“Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”. (an-Nisa’: 9)
2. Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
عَلِّمُوْا اَوْلاَدَكُمْ فَإِنّهُمْ سَيَعِيْشُ فِى زَمَانِهِمْ غَيْرَ زَمَانِكُمْ فَإِنَّهُمْ خَلَقَ لِزَمَانِهِمْ وَنحَنْ ُخَلَقْنَا لِزَمَانِنَا
Artinya:“Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”
3. Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
من كان له ابنتان فأحسن إليهما كن له سترا من النار
Artinya:"Siapa yang memiliki dua anak perempuan dan berbuat baik kepada keduanya, maka keduanya akan menjadi penghalangnya dari neraka."
C. Tujuan
dan Sasaran
1. Tujuan
a.
Memberi bekal awal pada siswi SMA Muhammadiyah pengetahuan dasar keislaman
dalam bidang kajian remaja putri
b.
Mempersiapkan calon alumni Muhammadiyah dengan pemahaman keislaman tentang
remaja
c.
Memperkenalkan Nasyiatul Aisyiyah sebagai ortom putri di persyarikatan
Muhammadiyah
- Sasaran
a. Seluruh
siswi SMA Muhammadiyah Singaparna Kab. Tasikmalaya
BAB II
PROGRAM KERJA
A.
Dasar pemikiran
Sebuah bentuk kegiatan
memerlukan perencanaan yang matang agar bisa berjalan secara optimal dan
maksimal. Perencanaan yang matang diharapkan mampu memberikan pengaruh yang
sangat baik bagi pelaksana maupun peserta kegiatan. Penyusunan program kerja ini
disesuaikan dengan minat serta kebutuhan peserta kegiatan yang dilakukan
melalui penjajakan awal sebelum kegiatan keputrian dilaksanakan bekerja sama
dengan IPMAWATI SMA Muhammadiyah dan Departemen Kajian Dakwah Islam IPM SMA
Muhammadiyah. Hal ini dilakukan sebagai strategi menarik minat peserta juga agar
seluruh rangkaian kegiatan mempunyai dampak positif dan mendalam.
B.
Program Kerja
Kegiatan ini dibagi dalam beberapa materi. Materi-materi tersebut
disampaikan dalam beragam pokok bahasan. Pemilihan pokok bahasa disesuaikan
dengan kebutuhan serta kompetensi yang harus diketahui dan dimiliki remaja
putri sesuai dengan jenjang tingkatan.
Pemateri yang dihadirkan
adalah para kader NA. Pemateri ahli dihadirkan jika pokok bahasan menuntut
adanya seorang ahli atau praktisi yang kompeten di bidangnya. Rangkaian materi
tersebut lebih jelas dipaparkan sebagai berikut:
No
|
Materi
|
Pokok Bahasan
|
Kegiatan
|
Penanggung Jawab
|
1
|
Keislaman
|
a.
Aqidah/tauhid
b.
Syariah/fiqih ibadah
c.
Ke-NA-an
|
a.
Ceramah
b.
Diskusi
|
St. Khairiyah
Mudawwamah
|
2
|
Seputar Remaja
|
a.
Pergaulan remaja
b.
Kesehatan remaja putri
c.
Komunikasi antar generasi
|
a.
Ceramah
b.
Diskusi
|
Ade Kartini
|
3
|
Keterampilan
|
a.
Kerajinan kain flanel
|
b.
Diskusi
c.
Praktik
|
Nurul Meka
Medina
|
4
|
Penyegaran/having fun
|
a.
Sejarah Islam dan keislaman
b.
Tokoh-tokoh inspiratif
|
a.
Pemutaran film
|
St. Fauziyyah
|
C.
Jadwal Kegiatan
Materi-materi tersebut
diberikan setiap bulan pada seluruh tingkatan dengan waktu yang berbeda dan
tempat yang terpisah. Hal ini dilakukan agar terdapat pemerataan materi di
setiap tingkat. Pelaksanaan program di atas kemudian dijabarkan dengan jadwal
sebagai berikut:
No
|
Waktu
|
Tingkatan
|
Tempat
|
||
Kelas X
|
Kelas XI
|
Kelas XII
|
|||
1
|
Pekan pertama
|
Keislaman
|
Remaja
|
Keterampilan
|
Ruang kelas
|
2
|
Pekan kedua
|
Keterampilan
|
Keislaman
|
Remaja
|
Ruang kelas
|
3
|
Pekan ketiga
|
Remaja
|
Keterampilan
|
Keislaman
|
Ruang kelas
|
4
|
Pekan kempat
|
Nonton Bareng
|
Aula SMA
|
||
BAB III
PENUTUP
Program kerja ini dibuat sebagai acuan dasar dalam menjalankan kegiatan
keputrian di SMA Muhammadiyah Singaparna Kab. Tasikmalaya. Program kegiatan keputrian ini akan berjalan dengan
lancar dan tertib apabila dilaksanakan sesuai perencanaan yang telah disusun. Manusia
hanya mampu berencana, semua ketentuan dan ketetapan adalah hak Allah subhanahu
wa ta’ala.
Seluruh salah dan khilaf
mohon dimaafkan. Hanya kepada Allah-lah kita kembali dan hanya kepada-Nya lah kita memohon petunjuk.
Al-birru manittaqa.
Langganan:
Postingan (Atom)