Sabtu, 28 Desember 2019

Liburan Asyik Penuh Kreasi


Liburan biasanya menjadi hal yang menyenangkan bagi semua orang. Kepenatan beraktivitas bisa terurai dengan ketibaannya. Berbagai hal telah dirancang untuk mengisi liburan. Yang paling umum terjadi adalah kunjungan ke luar kota, baik ke tempat hiburan, wisata, atau bertandang ke rumah saudara. Tentu harus menyiapkan anggaran yang sedikit untuk beberapa hal tadi.

Namun jangan berkecil hati. Mengisi liburan tak hanya melulu tentang sebesar apa anggaran yang harus disiapkan. Sudah saatnya berpikir bagaimana menghabiskan masa liburan dengan hal unik, menarik, penuh manfaat, dan hemat biaya, bisa diraih bersamaan. Untuk hal ini mencipta kreasi ketika berlibur dibutuhkan.

Perencanaan yang baik untuk mencipta liburan dengan kriteria di atas. Apa saja kegiatan yang akan dilakukan? Butuhkah dengan benda-benda, barang-barang, dan perangkat penunjang? Berapa lama hal tersebut bisa memakan waktu? Dan yang tak kalah penting adalah siasat anggaran agar benar-benar hemat.

Mencipta kegiatan liburan dengan indikator tersebut memerlukan kekompakan seluruh anggota keluarga. Ayah sang pemimpin, bisa jadi nakhoda agar kegiatan berjalan mulus sesuai rencana dan mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk menghemat seluruh kegiatan, bisa melirik benda-benda tak terpakai yang ada di dalam dan di sekeliling rumah. Pemanfaat barang-barang bekas ini, justru akan memicu daya cipta dan kreasi yang unik.

Memanfaatkan ember bekas, botol air minum mineral dan beberapa botol lain bisa dijadikan benda-benda pengisi liburan. Dari beberapa botol bekas ini bisa dijadikan beberapa macam pot bunga, tempat pensil, tempat sikat gigi, atau yang lainnya. Menghias beberapa botol bekas tadi pun memicu kreativitas anak-anak dalam berkarya. Setelah semua jadi dan tuntas, mereka bisa diletakkan di tempat-tempat tertentu sesuai kehendak. Selain berkreasi, variasi rumah pun terjadi, liburan pun akan berarti.

#30DWCDay17
#30DWCJilid21
#30DWCJilid21Squad6
#30PejuangDWC
#akarmenulis

Gempita Liburan


Masa libur pun telah tiba. Tempat wisata mulai dibanjiri pengunjung. Jalan utama di perkotaan sudah menampakkan kenaikan volume kendaraan. Hiruk pikuknya membersamai setiap gerak jarum jam yang melingkar. Pemandangan seperti itu akan semakin terlihat jika sampai di tempat wisata.
Liburan memang dijadikan momen untuk berlibur. Menghabiskan waktu bersama keluarga, sanak, kerabat yang di hari-hari biasa tak sempat dilakukan. Mengisi masa dengan kegiatan yang bisa menyegarkan pikiran dari kepenatan aktivitas pekerjaan harian. Mendominasi kala dengan mengalihkan suasana yang tertata ke dalam atmosfer yang santai.
Banyak yang dilakukan orang untuk mengisi liburan. Namun, gempita liburan tidaklah akan berkurang jika tidak dilewatkan di tempat hiburan dan wisata. Makna liburan pun akan bisa didapat dari dalam rumah. Karena esensi liburan bukan hanya bersuka cita ke luar rumah, namun bagaimana mengisi waktu luang yang ada penuh kemanfaatan.
Lliburan penuh makna bisa diraih dari dalam rumah. Beberapa kegiatan bisa dilakukan oleh semua anggota keluarga. Di sini, butuh kreativitas agar aktivitas yang dilakukan bisa menarik, bermakna, dan bersifat menyegarkan. Dibutuhkan kekompakan dari seluruh anggota keluarga. Terutama sang ayah yang menjadi pemimpin keluarga. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, seperti berkebun, bebenah, memasak, dan lain-lain.
Bagi keluarga yang memiliki lahan di luar rumah, berkegiatan di dalamnya akan sangat menarik. Berkebun akan menjadi alternatif utama. Mengolah kembali tanah, menanam tumbuhan, menata tanaman, memupuk, menyiram. Kegiatan yang indah dan mengasyikkan jika dilakukan bersama. Apalagi ditambah transfer pengetahuan dari berkegiatan itu. Mengenalkan jenis-jenis tanaman, asal usul, kegunaan, khasiat, dan lain sebagainya.
Kegiatan di dalam rumah pun bisa dilakukan menyenangkan. Menata ulang perabot rumah bisa jadi aktivitas menarik. Mengeluarkan benda-benda yang sudah tak terpakai, memperbaiki yang rusak, memindahkan yang usang, mengganti gorden dan sarung bantal kursi, dan lain-lain. Semua bisa dilakukan dengan riang gembira dan penuh manfaat.
Soal kuliner pun tak kalah menantang. Kegiatan di dapur ini bisa dilakukan sebagai bahan rekreasi juga. Mencoba resep baru, memasak bersama, menghidangkan dan menyantapnya sama-sama, dan tidak lupa mengabadikan hasil memasak dengan kamera ponsel serta mengunggahnya di media sosial. Hal yang tidak hanya bisa dilakukan oleh ibu dan putrinya, anak laki-laki pun bisa mencoba berpetualang di area dapur.
Beberapa hal di atas bisa jadi alternatif mengisi liburan di dalam rumah. Jadikan setiap momen waktu yang ada bermakna bagi seluruh anggota keluarga. Berlibur di dalam rumah dengan berbagai kegiatan di atas tidak hanya menambah keintiman hubungan dan komunikasi antar anggota keluarga, namun ia bisa jadi ajang transfer budaya, pekerti, dan pembiasaan.

#30DWCDay16
#30DWCJilid21
#30DWCJilid21Squad6
#30PejuangDWC
#akarmenulis

Rabu, 25 Desember 2019

Menelusuri Khidmat



Hidup ini tak hanya melulu berbicara untung dan rugi. Jika memang keberuntungan yang selalu ingin didapat, maka bilik hidup yang lain tak pernah terisi sama sekali. Padahal kehidupan selalu memiliki dua sisi, benar dan salah, terang dan gelap, mudah dan susah, kaya dan miskin, untung dan rugi. Mereka berpasangan dan karena itulah dunia menjadi sempurna dengan keberadaannya.
Hidup tak selalu berbicara material dan immaterial. Jika hidup hanya sepanjang material saja, ia akan musnah seiring kemusnahan jasad dan alam raya. Ada sesuatu yang akan kekal, yang akan terus menjadi khazanah alam abadi. Hal itu adalah immaterial yang tak tertandingi oleh tumpukan uang dan tak ternilai oleh gudangan harta.
Mengejar materi memang akan memberikan kesenangan dunia. Kesenangan yang semua orang impikan. Upah, penghasilan, dan kekayaan. Uang terhitung, penghasilan terbilang, dan kekayaan terdaftar. Semua menjadi suguhan kesenangan yang semua orang ingin menyantap dan memilikinya. Ia menawarkan kesenangan namun belum tentu memberikan kebahagiaan. Kesenangan itu akan terecap nikmat dan bahagia jika mereka ada, datang, dan terindera.
Ada sesuatu yang akan membuat diri menjadi lebih nikmat dan bahagia. Ia akan memberikan kenikmatan dan kebahagiaan tiada tara bahkan abadi. Kenikmatan yang tak bisa diindera namun bisa terasa dan dirasakan. Ia merupakan wujud immaterial yang tak akan membahas untung rugi, salah benar, ikhlas pamrih dan sebagainya. Ia ada di kata khidmat, sebuah sosok yang tulus mengabdikan diri tanpa pamrih apalagi berbicara untung rugi.
Berkhidmat bisa jadi melakukan sesuatu tanpa nalar logika umum yang dianut banyak orang. Seorang nenek tua penjual pisang di pasar, ia rela mengeruk hasil ladangnya untuk memberi makan yatim piatu yang telah ia pelihara di rumahnya. Padahal jika melihat luar fisik sang nenek, ia pun merupakan seseorang yang butuh bantuan. Itulah yang dinamakan berkhidmat, sang nenek mengkhidmatkan diri untuk sesama tanpa akan berbicara untung dan rugi material. Ia hanya yakin kebaikan yang ia perbuat pasti akan membuahkan kebaikan pula, jika tidak sekarang, nanti, jika tidak pada dirinya, pada keluarga atau anak turunannya. Begitulah orang berkhidmat.
Banyak sekali kisah khidmat orang lain yang bisa ditiru. Para pahlawan tanah air, berkhidmat untuk negeri agar beroleh merdeka dari tangan asing penjajah. Para relawan musibah berkhidmat dalam kemanusiaan untuk menolong dan membantu. Mereka adalah contoh kecil khidmat yang telah menelurkan berbagai macam kisah inspiratif. Mereka memang bukan orang sembarangan, mereka orang-orang pilihan Tuhan. Orang-orang yang tidak hanya berpikir sisi untung materi namun mereka adalah orang-orang yang berhasil memaknai dan menghayati arti hidup dan kehidupan.
Orang-orang seperti inilah orang yang akan penuh hatinya dengan kebahagiaan. Kebahagiaan yang akan melambungkan sisi hidup mereka di alam keabadian. Mencatat dengan apik setiap khidmat yang mereka ukir dalam khazanah amal baik. Kebahagian mereka tak dapat disandingkan dengan materi, terlalu mahal untuk dicarikan pembandingnya karena ia bersifat abadi.
Kawan, hidup ini tak akan abadi, maka abadikanlah nama dengan amal yang mengabadikan. Membantu, menolong, peduli terhadap sesama sekecil apa pun yang dipunya bisa dikhidmatkan kepada sesama. Jika beberapa contoh di atas merupakan khidmat dengan harta, nyawa, tenaga, waktu, dan perhatian, ada khidmat lain yang ringan dilakukan. Senyum, saran, nasihat bisa menjadi khidmat untuk yang lain. Berlemah lembut, bersopan santun, beramah tamah bisa menjadi bentuk khidmat yang lain pula. Tak melulu materi di luar itu pun bisa dilakukan selama itu bersifat dan berbentuk pengabdian dan penghormatan.

#30DWCDay15
#30DWCJilid21
#30DWCJilid21Squad6
#Pejuang30DWC
#akarmenulis